WELCOME,Daftar Bacaan,Tentang Kami, Panduan,Info,Artikel

Jumat, 22 Januari 2016

Intalasi AC Sentral Pada Bangunan Gedung Bertingkat bab 5a

Bab Intalasi Air Handling Unit (AHU) 2 :Head total pompa

Sallam pembaca
Di artikel sebelumnya kita telah membahas dan bisa menentukan pemilihan kapasitas pompa tranfer untuk mensirkulasikan air dingin dari evaporator menuju AHU.di bab ini kita akan menentukan berapa head total pompa yang harus kita pilih untuk keperluan sirkulasi air dingin diatas. Sebab untuk menyiapakan pompa kita minimal harus tahu kapasitas aliran pompa dan Total head  pompa.
Nah mari kita bahas bersama.
Head total pompa adalah. Tenaga pompa untuk mengatasi hilangnya tenaga tekan pompa karena gesekan material media pembawa cairan maupun gas dengan dinding saluran yang digunakan,juga mengatasi tekanan daya hisap pompa,juga megatasi hilangnya tenaga karena berat bahan yang di alirkan.
Dalam intalzsi pipa Biasanya di nyatakan sbb . Ht= Hs+ Hd+Hi+Hl

Dimana :berturut-turut : Ht= Head Total ; Hs=tekanan  statik  ; Hi= tekanan hisap
Hd= tahanan gesekan.(loss pressure)pada equement dan Hl =tekanan hilang karena gesekan sepajang pipa dan ftting / valve di   di intallasi pipa  bersangkutan.
Namun dalam intalsi pipa system tetutup seperti yang kita bahas sekarang ini, tekanan statik maupun tekanan hisap adalah= 0. 
Maka Ht pompa = Hl + Hd

Table ukuran pipa dan kecepatan yang disarankan
Ukuran Pipa (Dalam inci)
Kecepatan m/detik
- 1”
0,5- 1
2” s/d 4”
1-2
5”  keatas
2-3,6



Perobahan volume aliran tiap lantai
Gambar 1

Luas penampang pipa
Ø8” = 20cm  >>> =3,14 r²    =3,14x10²     =   314cm² =3,14dm²
Ø6” =15cm   >>>                  =3,14x7,5²    = 176,6cm² =1,76dm²
Ø4” =10cm >>>                    =3,14x5²       =  85cm²     =0,85dm²
Ø3” =7,5cm  >>>                  =3,14x (3,75)²= 44,76cm²=0,45dm²
Volome air,Kecepatan aliran dalam pipa & kerugian tekanan dalam Pa/m
Menentukan kerugian tekanan karena perubahan volume aliran air dan perbedaan diameter pipa , Dari titik ke titik percabangan.
Dengan mengetahui diametar pipa, dan kecepatan aliran velocity/detik kita bisa menentukan kerugian tekanan  per meter panjang pipa.
Cara mudah adalah menggunakan chart  kerugian tekanan seperti yang pernah kita pelajari di bab pemasangan pipa intallasi cooling tower di bab sebelum ini >>> lihat daftar bacaan blog ini.
Mari kita melihat kondisi percabangan dan perubahan deameter  maupun aliran dalam pipa setiap perubahan lantai.pada titik2 yang saya beri nomer urut. (Lihat gambar diatas).
Mencari kecepatan aliran air dalam pipa (dalam m/detik  atau m/s)
Volome aliran Air : luas penampang pipa= kecepatan pipa dalam dm .detik
Lihat gambar diatas dan lihat gambar Chart kerugian tekanan untuk menentukan kerugian tekanan per meter  pipa dibawah ini.seperti yang pernah kita pelajari di bab Intalasi Cooling Tower.
Lalu mari lihat hitungan dibawahnya
Gambar 2
Chart loss pressur ,Pa/m
Peritungan loss pressure.
1.Mulai Header s/d titik 1  volome aliran air =83 l/s Luas penampang pipa =3,14 dm² .
Kecepatan aliran air  ?
= 83:3,14=26,4dm/dt= 2,4m/s >> kerugian tekanan= 220  pa/m
selanjutnya
2. Mulai titik 1 s/d titik 2 =74.7 : 3,14=22,5dm/dt =2,25m/s >> kerugian tekanan=230pa/m
3.Mulai titik 2 s/d titik 3 =66,4 : 3,14=21,1dm/dt =2,1m/s   >>  kerugian tekanan=160pa/m
4.Mulai titik 3 s/d titik 4 =58,1 : 3,14=18,5dm/dt =1,85m/s  >> kerugian tekanan=140pa/m
5.Mulai titik 4 s/d titik 5= 49,8 : 1,76=28,3dm/dt =2,8m/s    >> kerugian tekanan=400pa/m
6.Mulai titik 5 s/d titik 6 =41,5 : 1,76=23,6dm/dt =2,4m/s    >> kerugian tekanan=300pa/m
7.Mulai titik 6 s/d titik 7 =32,2 : 1,76=18,3dm/dt =1,8m/s    >> kerugian tekanan=190pa/m
8.Mulai titik 7 s/d titik 8 =24,9:0,85=.2,9m/dt  >>. Revisi diameter  4”menjadi 6”dengan alasan kecepatan pipa tidak sesuai yang di sarankan >> kecepatan menjadi = 24.9 : 1,76=14,14dm=1,4m/s
Kerugian tekanan=140pa/m
9.Mulai titik 8 s/d titik 9 =16,6 : 0,85=19,5dm/dt =1,95m/s >> kerugian tekanan=330pa/m.
10.Mulai titik 9 s/d titik 10 =8,3 : 0,85=9,76dm/dt=0,95m/s >>kerugian tekanan=80pa/m
***** *****
Gambar 3
Gambar shop drawing( Isometrik) pipa tegak dari chilrer sampai lantai 10
Panjang pipa  up stream (dari header  menuju unit2 AHU lantai 1 s/d lantai10 )
Lihat gambar Shop drawing (isometric)diatas
Panjang Pipa tegak mulai  header s/d titik 1 = 2,75+4+4+4+3,5+1=20,25 m  >>>
kerugian tekanan= 20,25 x220pa=4455 Pa
Panjang pipa Antara  titik 1s/d titik 2= 3,8m  tee anggap 20cm>>>
kerugian tekanan=3,8 x 230pa/m=874Pa
Panjang pipa Antara  titik 2s/d titik 3= 3,8m >>> kerugian tekanan=3,8 x160pa/m=608Pa
Panjang pipa Antara  titik 3s/d titik 4= 3,8m >>> kerugian tekanan=3,8 x140pa/m=532Pa
Panjang pipa Antara  titik 4s/d titik 5= 3,65m reduser dianggap 15cm>>>
kerugian tekanan=3,65 x400Pa/m=1460Pa
Panjang pipa Antara  titik 5s/d titik 6 =3,8m >>> kerugian tekanan= 3,8 x300pa/m=1140Pa
Panjang pipa Antara  titik 6s/d titik 7= 3,8m >>> kerugian tekanan= 3,8 x190pa/m=722Pa
Panjang pipa Antara  titik 7s/d titik 8= 3,8m >>> kerugian tekanan= 3,8 x140pa/m=532Pa
Panjang pipa Antara  titik 8s/d titik 9= 3,65 m reduser dianggap 15cm>>>
kerugian tekanan= 3,65 x 330pa/m=1204Pa/m
Panjang pipa Antara  titik 9s/d titik 10= 3,8m >> kerugian tekanan= 3 ,8 x 80pa/m=304Pa
ElbowØ8”=  buah  >>>equivalent(sama)6,6 feet perbuah = 2m perbuah
Tee lurusØ8”x3”= 4x (tahanan lurus+tahanan belok=6m
Tee lurusØ6”x3”=4x (tahanan lurus+tahanan belok)=4,5m
Tee lurusØ4”x3”=2x (tahanan lurus+tahanan belok)=3m

Reduser =1>> 8”x6 eq 2m
Reduser= 1 >>6x4eq 2,5m
(Balansing valve di masukan ke  kerugian di kelompok  perhitungan  unit chiller) .
Jumlahkan kerugian2 tekanan diatas.
Total kerugian tekanan di bagian ini (I)= tahanan pipa + tahanan fitting = ...Pa
Rubah jumlah kerugian (I)  dalam Pa  menjadi kg/cm2 lihat catatan convertion di halaman bawah.
******    *****
Panjang pipa pipa return(dari AHUkembali ke eveporator
Panjang Pipa tegak  mulai dari titik 1s/d pipa horizontal dari header= 0,75 +4+4+5+ 1 = 14,75m >>> kerugian tekanan= 14,7 x 220 pa/m=…..    Pa
Panjang pipa Antara  titik 1s/d titi 10= sama dengan panjang pipa supply  >>> kerugian tekanan=…..  pa  >>>>sama dengan kerugian teakanan pipa supply titik 1 s/d titik 10/
Total tahanan di bagian ini (II)=…. Pa >>> rubah Pa ke  kg/cm2

Panjang pipa dan fiting disekitar Unit Cihller
Gambar 4, Gambar Isometric  Detail pipa sekitar Chiiler unit
Panjang Header total 4m Ø 12” >>Jarak antara pipa masuk ke Header dan keluar di bagian Suply masing2 mesin chiller =1,5m k>>> kerugian tekanan= 30Pa/m
Dibagian Return kondisi pipa sama masing2 =1,5m >>. Kerugian tekanan=30 Pa/m
Masukan ke hitungan di bawah ini.
Panjang pipa Suply  dari mesin ke Header  masing2 mesin dia.8”=2,4+3=5,4m >> kerugian tekanan 220Pa/m  kerugian tekanan di header= 5,4x220= ...Pa
Pajang pipa return dari mesin ke Header masing2 mesin dia.8”= 2+0,6=2,6m >> kerugian tahanan=220Pa/m ..>>.kerugian tekanan= 2,6 x 220 = ….Pa
Kerugian tekanan Pipa Ø8” di unit Chiller=(5,4+3.6)x220Pa/m=  …Pa
Kerugian tekanan di Header Ø12”=2x1,5x30pa.m=90Pa
Elbow Ø8”=2 >>karugian tekanan perbuah  =2m  panjang pipa.
Tee header Ø 8” x 6”=4  (2 cadangan jangan di hitung) >> kerugian tekanan= ….pa >>> gunakan  chart kerugian seperti ketika mengerjakan Collling tower.
Strainer  Ø8” =2  ( loss preesure masuk ke katup otomatis pada table dibawah ) )>>kerugian tekanan tiap strainer 5mmH2o=2x5mmH2o= 10 H2o
Balansing valve8” =1 (loss pressure  masuk ke katup otomatis di table) kerugian tekanan=4mmH2o
Kerugian tekanan di evaporator=8mmH2o
Jumlahkan Kerugian Tekanan di bagian ini (III)=Pa +mmH2o
Hasil dari perhitungan diatas  rubah tekanan Pa maupun  mmH2o ke >>>>  kg/cm2

Tabel kerugian tekanan pada equipment Intallasi AC
                  Komponen
Kerugian tekanan (mm H2O)
Mesin refregerasi kompresi
>>> 
Evaporator
3 - 8
Kondensor
5 - 8
Mesin Refrigeran Absorpsi
>>> 
Evaporator
4 - 10
Kondensor
5 - 14
Cooling  tower
2 - 8
Koil udara
2 - 5
Penukar kalor
2 - 5


Unit koil kipas udara
1 - 2

Chart kerugian tekanan pada fitting dan valve   dibawah ini >>> gunakan untuk  menghitung kerugian tekanan untuk fitting dan valve. Seperti contoh ketika membahas bab intallasi colling tower. setelah ketemu  parsamaam panjang per feet rubah menjadi meter ) lihat kembali catatan  conversi di halaman bawah. Silahkan copy chart ini dan paste di MS word agar bisa di besarkan.
Gambar 5
 Chart friction Los equevalent dengan kerugian tekanan pada 1feet panjang pipa
Perhatikan tanda panah pada gambar diatas  untuk mengetahui Garis kerugian tahanan fitting/valve equivalent (sama) kerugian per Feet panjang pipa.
Cara menggunakan chart diatas Letakan titik sesuhai nomimal diameter pipa lalu tarik ke titik fitting atau valve yang di cari,  di garis paling kiri,  … perpotongan dengan nilai angka di garis tengah/garis panjang pipa adalah persamaam kerugian per feet panjang pipa.
Contoh : lihat garis titik- titk pada chart diatas ditarik dari Ø 6”. Menuju titk untuk elbow standart,ketemu angka missal 16.(seperti gambar diatas ) Dan   pipa Ø6” tsbt mempunyai  kerugian   gesek missal 300 Pa/m . ( ingat converse 1m = 3,3 feet) jadi pipa tsb punya kerugian gesek
300 : 3,3 = 90,909 Pa/feet.
Kerugian gesek untuk Ø 6”elbow yang dicari= 16 x90,909 = 1355 Pa
Catatan: kerugian gesek ditentukan oleh factor ,diameter pipa,kecepatan aliran atau volume aliran.

Panjang pipa dan banyaknya fiting disekitar Unit Unit AHU.

Gambar6 detail pipa unit AHU ( Isometric shop drawing ).
Panjang Pipa Ø 3”=0,5+1+0,3+0,2+1m+1m+1m+0,2+2m=7,2m
Untuk Pipa masuk AHU diameter pipanya =3” luas penampangnya =0,45dm² >>>
Perkiraan Kecepatan aliran =1,8m/s
Kerugian tekanan perpipaan unit AHU= 7,2x 400Pa/m= 2890Pa
ElbowØ3=2 >> eq. 2feet  atau 0,7m per buah
Get valveØ3 =2 >>eq. 4,5ffet atau1,5m perbuah
StrainerØ3=1   >>Loss press. equivalent 5mm H2o atau  coba cek 9 -12m  panjang pipaØ3”
Balansing valve =1>>loss press. = 4mmH2o 
Control valve otomatis=1>>>lossPress= 4mmH2o 
Coil  AHU >>loss press.=1 >>>lossPress =5mmH2o 

Jumlahkan  angka2 kerugian tekanan diatas (di 1  unit AHU) = pa+ mmH2o
Rubah pa maupun mmH2o ke >>> kg/cm2
Jumlahkan  Kerugian tekanan di perpipaan (10 unit AHU ) lantai 1 s/d lantai 10
=10 x jumlah kerugian tekanan di  1 unit AHU.
Total kerugian tekanan di bagian ini (IV) >>>convert ke  kg/cm2
Keruguan total tekanan dipipa distribusi air dingin dari Evaporator ke unit2 AHU dari chiller sampai lantai 10 >>>.
= kerugian tekanan pipa supply (I) + kerugian tekanan pipa return pipa (II) + kerugian tekanan di 10 AHU semua lantai (III)+ kerugian tekanan sekitar mesin unit Chiiller(IV). Adalah= head total pompa yang di cari.
Head total Pompa= I + II+ II+ IV kg/cm²
Kapasitas aliaran pompa=  5000 l /menit/
Fungsi / Cara kerja Balannsing Valve di Unit AHU
Untuk setting atau trotel manual ( membesarkan atau mengecilkan aliran) dengan pedoman manometer maupun termo meter di jalur pipa masuk atau jalur pipa keluar.
Fungsi / Cara kerja  Valve control automatic di Unit AHU
Valve ini bekerja mengecilkan atau membesarkan aliran air secara otomatis berdasarkan control dari sensor suhu ruangan yang di pasang di duct return.atau di dalam ruangan. Sensornya bisa berujud sensor bola temal maupun termostart dai B metal.
Fungsi  valve Strainer di unit AHU
Untuk menyaring kotoran yang terbawa oleh air. Missal debu atau rontokan karat dinding pipa.
Fungsi  gate valve  di unit AHU
Untuk buka dan tutup aliran, bila ada service dalam system di AHU, missal bila strainer telah kotor.
Fungsi  termo meter di unit AHU
Untuk memonitor suhu air dalam pipa
Fungsi  manometer di unit AHU
Untuk memonitor tekanan air dalam pipa.
Fungsi  vent vale di unit AHU
Untuk membuang udara yang tejebak dalam pipa.
Fungsi sensor termal dalam ducting return /plenum di unit  AHU
Untuk sensor suhu dan mengirimkan hasilnya ke panel control atau langsung ke valve control bila menggunakan kontsruksi valve dengan membran
Fungsi  floor drain /pipa drain di unit AHU
Untuk membuang air dari pengembunan yang terjadi di coil pendingin.
Fungsi/Cara kerja Balansing Valve di Unit pipa di Evaorator.
Sama dengan keternangan balancing valve di uit AHU
catatan:
Conversi  >>>
1kpa= 1000 Pa
1kg/cm2=99,4kPa
1kg/cm2   = 14,2 Psi
1 Atmosfir =14,7 Psi
1Psi           =7 kPa
1kg/cm2= 10m H2O >>> 1m H2O=0,1 kg/cm2
1mH20 =1000 mmH2O
1kg/cm2= 10m H2O >>> 1m H2O=0,1 kg/cm2
1mH20 =1000 mmH2O
1 inci = 2,54 cm
1feet = 12 inci
1m=3,3 feet
1 Tr= 12000 btu . jam = 3024 Kcal/jam

                                                                           ***
Contoh .Model Chart dengan ukuran lain untuk air maupun udara.

Los pressure dalam bar/100m

Untuk udara


Perhitungan mencari tahanan fitting dan valve bisa  juga mengunakan Koefision tahanan  fiting dan valve atau koefision aliran, yang  dikeluarkan oleh  pabrik pembuat valve /fitting.
Sekian posting kali ini sampai ketemu di artikel yang akan datang. Bila ada pertanyaan atau komentar jangan ragu silahkan tulis dikolom kementar.

Sallam Gumilar H

Lihat juga.







Gambar photo Air Handling Unit
Gambar Balansing Valve
Gambar Contro valve ,Balansing valve, AHU

 Balansing Valve


 

Gambar photo Air Handling Unit
 
 control valve Diatas 2" sambungan flangges.
 
 control valve dibawah 2" sambungan crew



Minggu, 17 Januari 2016

Intalasi AC Sentral pada Bangunan Gedung Bertingkat bag 5

Bab :Intalasi AIR Handling Unit (AHU )
Salam Pembaca
Di artikel sebelumnya kita telah membahas bab intallasi Cooling Tower. Di artikel ini kita akan membahas bab lebih lanjut yaitu pendistibusian air dengan suhu dingin dari evaporaor di unit Chiller, dibagikan ke unit2 AHU yang berada di setiap lantai bangunan Gedung.
Untuk proses pendinginan di Evaporator anda bisa melihat di artikel IntalasiAC sentral bangungan gedung 1.
Pada umumnya  Disetiap Intalasi chiller disiapkam 2buah unit mesin Chiller. Satu adalah unit chiller yang sedang operasional/berjalan ,ke dua adalah unit chiller cadangan yang stand by. Atau kadang di atur dengan operasonal bergantian.
Namun kebiasaan ini bukan suatu keharusan….Ada juga suatu system pendingin Cuma menggunakan 1 unit Chiller.Dengan risiko bila ada trouble atau perbaikan mesin, system pengkondisian udara  harus dimatikan.
Dibawah ini adalah sekema gambar perpipaan intallasi pendistribusian air dingin dari evaporator menuju ke unit2 AHU lantai gedung 1 sampai lantai 10.
Gambar1
Intllasi perpipaan seperti gambar  diatas disebut sebagai intallasi perpipaan system tertutup dengan aliran kembali langsung
Sedang intalsi kembali tak langsung adalah seperti gambar2 dibawah ini. Dimana system kembali tak langsung punya kelebihan dalam soal pengaturan tekanan  pada tiap cabang /AHU akan lebih mudah. Namun kerugianya adalah material pipa akan lebih panjang yang secara pertimbangan ekonomis banyak tidak menjadi pilihan.
Gambar 2a ,2b : system pipa kembali tak langsung.

 Gambar 2a
 
Gambar 2b
 


Gambar 3. adalah pipa kembali langsung posisi horizontal. Dimana system ini adalah system paling mudah dalam pengaturan tekanan.


Gambar 3.

Berbeda dengan Installasi pipa di Colling tower. Di intallasi distribusi air dingin ke AHU ini, intallasi pipa dan componennya harus menggunakan Isolasi yang berguna untuk menghambat pertukaran temperatur antara suhu air didalam pipa dengan suhu udara diluar pipa. Untuk konstruksi di bagian support pipa ,juga ditambahkan blok2 isolasi yang umumnya kalau di Indonesia terbuat dari kayu….   gambarnya bisa anda lihat di bagian gambar  bahan/component Isolasi dibawah ini.

Gambar 4 Gambar bahan solasi dari glas wool
Gambar 5 Gambar Isolasi cetakan jadi dari glass wool lengkap dengan Alumonium coil di luarnya



Gambar 6 Blok kayu untuk isolasi di daerah support.

Seperti telah saya terangkan diatas ,jenis Intallasi perpippaan di bagian AHU ini termasuk jenis intallasi pipa tertutup, sedang Intallasi pipa di Cooling Tower di bab yang lalu adalah inttalasi pipa system terbuka.
Untuk daerah yang mempunyai perubahan perbedaan suhu cukup significan antara musim dingin atau musim panas,dimana pada umumnya system pengkodisian udara di buat kombinasi antara sytem pendinginan dan system pemanasan. misal di daerah2 agak jauh disebelah utara atau sebelah selatan katulistiwa.Maka intallasi perpipaan di Intalaasi AHU ini perlu di lengkapi dengan expansion tank guna menyetabilan kontraksi diperpipaan oleh karena perubahan tekanan didalam pipa akibat perubahan suhu yang siknifikan pada suhu udara disekitarnya. Bab expansi tank tidak di bahas di bab ini mudah2 bisa saya tambahkan di bab yang akan datang.Namun pada umumnya banyak Intallasi di Indonesia yang tak menggunakan tank expansi ini karena asumsinya adalah perubahan suhu di daerah katulistiwa antara musim panas dan musim dingin adalah setabil. Namun ada juga tangki kecil yang dipasang guna pengisisan awal air antara intallasi plumbing dan Instali pipa AHU agar mudah mengontrol volume atau ketinggian air,yag juga bisa difungsikan untuk tank expansi ketika intallas AHU baru dinyalakan  di awal operasi,yang pasti menyebabkan  perubahan suhu pada air didalam pipa intalasi sebelum dan sesudah mesin di jalankan.. Karenya juga sedikit banyak akan menimbulkan Kontraksi pada air dalam intalasi pipa.
Di daerah daerah pegunungan di proyek besar perusahaan asing di Indonesia seperti yang pernah saya kerjakan di Pt. Inco sebuah penambangan nikel di Soroako, pengkondisian udara kombinasi dengan system pemanas ini di pasang parallel menggunakan system paket. Dimana koil pemanas tidak menggunakan system dengan kerja compressor dengan memanffatkan panas kondensator melainlan memakai hitter menggunakan daya listrik yang berdiri sendiri. Hanya saluran ductingnya menggunakan intallasi yang sama. Secara bergantian.
Kembali ke bab AHU yang kita bahas ini,Untuk Pipa tegak di Instalasi ini , untuk pertimbangan ekonomi, kita buat perencanaan dengan diameter ber beda antara diameter pipa tegak lantai bagian bawah dengan deameter pipa tegak bagian lantai diatasnya. Di contoh Arikel ini saya bagi menjadi tiga bagian yaitu diameter pipa dari lantai 1 sampai lantai 4, lantai 5 sampai lantai7,lantai 8 sampai lantai 10. Seperti detail perhitungan di bawah ini.
Perhitungan Kebutuah air setiap AHU di Setiap lantai.
Perhitungan Kebutuan  air untuk AHU lantai 1 samai lantai 4
Perhitungan Kebutuhan air  untuk AHU lantai 5 sampai lanta7
Perhitungan Kebutuhan air  untuk AHU lantai 8sampai lanta 10
Karena diameter pipa kita rencakan menjadi tiga macam deameter maka Pipa tegak bagian paling bawah sampai lantai 4 harus bisa menampung keperluan air untuk AHU lantai 1 sampai lantai 10.
Pipa tegak lantai 5 sampai lantai 7 harus bisa  menampung keperluan air untuk AHU lantai 5 sampai lantai 10. Sedang bagian pipa tegak bagian atas  yaitu lantai 8 sampai lantai 10 harus mampu menampung keperluan air  untuk AHU lantai 8 sampai lantai 10
Maka pembagian diameter di bagaian pipa tegak bisa di lihat pada gambar dibawah ini
Gambar pembagian diameter pipa tegak pipa Supply maupun pipa balik(return pipe)

Gambar7
Bab Kapsitas Pompa sirkulasi
Keperluan air yang ber sikulasi yang merupakan kapasitas aliran Pompa yang harus dipenuhi dalam pemilihan Pompa.
Dan rumusan dasarnya adalah sbb:
Jumlah kalor yang dilepas di  prosses pengembunan didalam kondensor = jumlah kalor yang di serap oleh penguapan di dalam Evaporator yang equivalen dengan energy yang di pelukan untuk kerja kompresor di dalam kompresor. Dan ini sama dengan kapasitas refrigerant  pada Chlller.
Diamana jumlah air yang bersikulasi antara evaporator dan unit2 AHU harus mampu menyerap. Energy kalor dari evavorator ini untuk di pindahkan ke unit2 AHU di semua lantai gedung.
Ada catatan2 dan sering di jadikan acuan/Standart di desain intallasi AC maupun dalam praktek pengawasan Intallasi AC,bahwa untuk keperluan air  yang bersirkulasi antara Kondensor di Chiller dan Cooling tower
Kurang lebih adalah = 3 Gpm tiap 1Tr
Dan air yang ber sikulasi antara Evaporator di Chiller dan AHU
 Kurang lebih adalah= 2,66 Gpm tiap 1 Tr
hal ini bisa juga dihitung dengan per samaam sbb:
Dimana,
U=Jumlah air yang bersirkulasi l/jam
W= beban kalor atau Kapasitas refrigerasi   >>>= 50Tr >>>
1 Tr =3.024 kcal/jam
Cp= kalor sepesifik air =1
Y=berat jenis air=1
T2 –T1= selisih suhu air masuk unit AHU  dan suhu air  keluar Unit AHU >>>
T2 adalah temperature air keluar dari unit AHU = Temperatur air masuk ke Evaporator
T1 adalah temperature air masuk ke unit AHU = Temperatur air keluar dari Evaporator


Biasanya suhu Air masuk AHU Antara 5ºC s/d 7ºC
Dan Suhu keluar dari AHU antar 10º Cs/d12º
T2- T1 biasanya 5ºC…. dan dalam bahasan ini kita menggunakan angka ini.
>>>  Jumlah tiapTons .riffregerant =3024 : 5=601 l/jam= 10 l/menit  >>> hampir sama dengan setandart umum yang saya tulis diatas =  2,66  gal/menit
Jadi untuk  AHU tiap lantai Jumlah air yang bersikulasi adalah =50 x 10 l/menit =
500 l/menit   =  8,3 l /detik
Untuk  AHU 10 lantai =10 x 500 =5000 liter/menit
5000 l/menit Ini adalah  Kapasitas aliiran Pompa  sirkulasi
Diameter pipa lantai 1 s/d Lantai 4 Harus mampu memenuhi kebutuhan AHU lantai1  sampai lantai 10.
Dengan cara yang sama ketika kita menghitung Diamater pipa pada bab pemasangan intallasi cooling tower  pada bab sebelumnya maka kita dapakan/tetapkan bahwa
Diameter pipa tegak lantai 1 s/d lantai 4 adalah 8”
Diameter pipa tegak antai 5 s/ 7 adalah 6” ,dan
Diameter pipa tegak untuk lantai 8,9 dan10 adalah 4”


Gambar 8 Coil AHU



Gambar 11 Bagian dalam evaporator


Gambar12 Balansing valve


Gambar13 AHU
Catatan:
Us Galon= 3,7854 lt
Imperal Galon= 4,543 lt
Kecepatan air dalam pipa yang disarankan.
Ukuran Pipa (Dalam inci)
Kecepatan m/detik
- 1”
0,5- 1
2” s/d 4”
1-2
5”  keatas
2=3,6

Sedang Tahanan gesek yang harus di atasi pompa akan kita bahas di postingan yang akan datang.

1.Head total pompa untuk mengatasi tahanan gesek pada system pipa dan equipment Intallasi     perpipaan dari Chiller ke AHU
2. Pemilihan kapasitas Blower(cfm) dan Statik pressernya

                                                      **********