WELCOME,Daftar Bacaan,Tentang Kami, Panduan,Info,Artikel

Jumat, 23 Oktober 2015

Manajemen Kalbu bab 4

Lebih jauh tentang pengamatan nafsu2 kita
sallam pembaca.
you can translate use  menu select language at the bottom (footer) of page
Seperti telah saya katakana di artikel sebelumnya tentang pengamtan napsu2 kita maupun karakter kita menjadi penting untuk di amati kalau kita ingin mencapai kebahgian tanpa banyak melakukan hal2 yang justru akan menjauhkan diri kita dari kebahagian. Agama kita(islam)mengajarkan demikian: Tuhan menciptakan manusia tak lain agar manusia itu bisa beribadah/bersujud padanya.
Tapi kenyataan manusia sendiri berjuang dan menyembah Tuhan tak lain karena manusia ingin mencapai kebahagiaanya(surga). Walau dari pandangan kaum tasawuf kenyataanya sering mengatakan.bahwa tujuan perjuanganya adalah untuk mengenal dan mencintai Tuhanya.
Sejak jaman dulu manusia mencoba mengamati dirinya juga napsu2 dan karakternya.dengan tujuan yang sama.
Di jawa sebelum islam masuk ke daerah2 pedalaman, tentang napsu dan karakter juga kepercayaan yang di yakini,  masyarakat jawa mengenal napsu2 ini dengan sebutan sedulur papat kelima pancer.  Yaitu kepercayaan tentang adanya sukma atau roh lain di tubuh kita , yang menjaga kita, serta membantu kita. Yaitu kakang kawah adi ari2 yang selalu diucapkan sang ibu atau bapak ketika anaknya punya niat mengerjakan sesuatu atau  biasanya diucapkan bila mereka akan berpergian.Agar saudara roh2 (kakak  dan adik) dari anak tersebut biar ikut dalam perjalanan dan menjaganya.

Tentang ini: Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati tulisannya dimulai dari lagu Dandanggula yang bunyinya  sebagai berikut: Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari Ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser  kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha  Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang. 
Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat”  itu adalah Marmati, Kawah,  Ari-ari  (plasenta/ tembuni) dan Darah yang umumnya disebut Rahsa. Semua itu berpusat di Pusar yaitu berpusat di Bayi. Jelasnyamereka berpusat di setiap manusia.
Mengapa disebut Marmati, kakang Kawah, AdhiAri – Ari, dan Rahsa? Marmati itu artinya  Samar Mati (Takut Mati)!  Umumnya bila seorang ibu mengandung sehari - hari pikirannya khawatir karena Samar Mati. Rasa khawatir tersebut hadir terlebih dahulu sebelum keluarnya Kawah  (air- ketuban), Ari – ari, dan Rahsa. Oleh karena itu Rasa Samar Mati itu lalu dianggap Sadulur Tuwa (Saudara Tua). Perempuan yang hamil saat melahirkan, yangkeluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) sebelum lahir bayinya,dengan demikian Kawah lantas dianggap Sadulur Tuwa yang biasa disebut Kakang (kakak) Kawah. Bila kawah sudah lancar keluar, kemudian disusul dengan lahirnya si bayi, setelah itu barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari –ari keluar setelah bayi lahir, ia disebut sebagai Sedulur Enom (Saudara Muda)dan disebut Adhi (adik) Ari-Ari. Setiap ada wanita yang melahirkan, tentu saja juga mengeluarkan Rah (Getih=darah) yang cukup banyak. Keluarnya Rah (Rahsa)ini juga pada waktu akhir, maka dari itu Rahsa itu juga dianggap Sedulur Enom.Puser (Talipusat) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari. Tali pusat yang copot dari pusar juga dianggap saudara si bayi. Pusar ini dianggap pusatnya Saudara Empat.---
Dari situlah muncul semboyan “Saudara EmpatLima Pancer(Pusat)”.
Kadang sedulur empat ini disebutkan dengan : Watman, Wahman, Rahman, Ariman.
Namun setelah Islam mulai masuk ke daerah2 pedalaman…pulau jawa, istilah tersebut menjadi kurang popular. Karena mulai masuknya ajaran  syariat islam dan secara kusus masuk pula ajaran tasawuf Islam yang awalnya tasawuf masih merupakan ajaran rahasia/sinengker. Yaitu ajaran yang boleh di ajarakan kepada orang2 yang amal syariatnya sudah baik saja.
Sifat2  maupun magi atau doa2 yang menggunakan kepercayaan jawa tersebut mulai bergeser dan diganti dengan ucapan“ Bismillahirohman nirohim” atau Allfatiqah ,dan tentang sipat /nafsu2 manusia mulai dikenalkan dengan sifat/napsu empat bahasa Arab yaitu:
1.Mutmainah 2.Sufiyah 3.Aluamah 4.Amarah dan 5. hati nurani yaitu diri sejati kita(pancer/pusat).  Baca kembali >>>  Manajement Kalbu bab 1
Sebenarnya selain kepercayaan jawa asli tsb.masyarakat jawa juga dipengaruhi oleh ajaran maupun sastra dan budaya Hindu juga Buda. Kepercayaan /tuntunan hindu sering diperagakan dengan pertunjukan wayang kulit. Wali  Islam asli jawa yang popular menggunakan wayang untuk berdakwah adalah mas Said atau Sunan Kalijogo. Oleh sebab itu diantara 9 wali masa itu ,Sunan kali jogo adalah wali yang sangat dikaggumi secara kusus dan di hormati oleh masyrakat jawa.Kisah wayang yang berhubungan dengan Tauhid antaranya kisah Dewa Ruci. Dan yang berhubungan dengan sedulur papat kelima pancer adalah :Semar, Gareng, Petruk dan Bagong (punokawan), sedang pancernya adalah Satriya yang diikuti. Misalnya Arjuna…. Atau Abimanyu dll.
Dan siapa Raksasa yang di gambarkan denga Raksasa Merah,Hitam Hijau,,Cakil…?  Itu adalah gambaran atau simbolis dari napsu negatip angkara murka. Sebagai lawan atau sisi lain dari napsu positip (Semar,Gareng,Petruk, Bagong). Yang ini juga menjadi simbul dari : Cipta,Rasa,Karsa dan Karya. 
Begitu juga masyrakat jawa yang pernah mengamati kitab2 Bagawat Gita. Napsu2 ini di gambar kan sebagai empat kuda penarik kereta  perang Arjuna yang di kendalikan oleh kusirnya Batara Kresna.
Napsu ini adalah kekuatan, namun kalau tak di waspadai  juga merupakan ancaman atau angkara murka.
Oleh sebab Itu di Tasawuf  Islam utamanya dalam kitab2 Imam All Ghozali . Sering dikatakan. Bahwa manusia adalah mahluk yang mempunyai sifat atau karakter  yaitu: 1.Karakter setan,2.karakter hewan, 3.karakter binatang buas,  namun juga punya karakter Malaekat. 
Olah karena itu otak bertugas untuk mengatur tentara2 itu / kekuatan2 itu agar seimbang, agar tujuan hidup bisa di capai dengan sempurna /memuaskan.
Karakter Setan yaitu seperti tipu daya,khianat,korupsi , senang fitnah dll.
Karakter Hewan umpamanya,makan,minum,tidur, bersanggama dll.
Karakter  Binatang  buas  perbuatan2 angkara murka seperti: memukul, membunuh dan permusuhan.
Karakter Malaekat adalah seperti :perbuatan berbudi ,yang berupa kasih sayang,bisa saling penegertian tolong menolong dan malakukan kebajikan2 lainya.
Sedikit saya sisipkan tentang tingkatan ilmu dalam metode Tasawuf agar. Kita bisa membedakan cara pandang kita sebagai manusia biasa dan kaum sufi yang   memang mengususkan diri untuk mencapai tingkat atau hidayah Marifatulah (bisa membuka tabir kebenaran).
Marifat’ullah ada 2 macam…
Marifatullahnya atau mengenal Allahnya orang awam yaitu cukup dengan dalil2 atau logika2.
Sedang Marifatullahnya kaum  sufi yang dapat hidayah , ialah ia bisa mengenal dirinya/napsi2nya, ia bisa membuka tabir kegaiban (kasyap) dan bisa mengenal Tuhan dan mencintai Tuhan. Umumnya mereka ini adalah mereka yang sudah tak bernapsu tentang keduniawian/sudah  bisa meninggalkan napsu2nya.entah sementara maupun sterusnya. Tentang ini banyak tulisan kaum sufi: hanya bisa dilalui melalui hati nurani. Bahkan banyak yang menyatakan bahwa: hati nurani adalah sifat Tuhan itu sendiri.
Jadi siapa mengenal /melihat/ mendengar hati nuraninya ,sama dengan mendengar dan melihat sifat Tuhan itu sendiri. Dan Sifat tidak jauh dari DatNya.(Sumber: dari buku  Sheh/Tenku Hanafiyah  seorang Sufiisme dari Sumatara barat berjudul ” Sapaan untuk para pencari Tuhan”(gramedia)).
Diawal mulainya dikenal ajaran Tasawuf, lebih2 lagi yang berbentuk Al hulul,aliran ini dianggap sebagai penyelewengan agama islam.bahkan dianggap bertentangan dengan agama. Tetapi setelah tahun 1111 al Gazali menemukan kebenaran,maka aliran filsafat dan Taswuf tersebut berangsur-angsur dapat diterima.Tapi tidak dalam tarap manunggalimg kawula dan Gusti (ittihad). Yang sering menimbulkan salah faham.melainkan sampai pada berhadapan denganTuhan. Hal ini tersirat dalam pernyataan Al Ghozali sebagai berikut.
“Cahaya itu adalah kunci dari kebanyakan pengetahuan.siapa yang menyangka bahwa kasaf ( pembukaan tabir)bergantung pada argument (dalil2) itu sebenarnya telah mempersempit rahmat Tuhan yang demikian luas… Cahaya yang di maksud adalah cahaya yang disinarkan oleh Tuhan ke dalam hati sanubari manusia”.
Al Gozali ini juga menyatakan : Bahwa kebenaran yang nyata adalah pengetahuan yang diperoleh secara langsung dari Tuhan melalui jalan Tasawuf.
Ronggo Warsito adalah tokoh sufiisme dari keraton mataram Islamyang sangat populer dan Terkenal dengan kitabnya Wirid Hidayat jati.disamping banyak kitab2 sastra lainya.
Menurut saya aliran tasawuf  Islam sangat cocok dengan budaya dan kondisi bangsa Indonesia yang Plurarisme ini. Tasawuf  islam, adalah aliran sepiritual di dalam agama Islam, dan hampir tidak ada beda dengan paham sepiritual agama lain . missal yoga dan tapa di tradisi agama hindu ,mistik Kristen dan genesime di agama Yahudi. Sebab dasar pengetahuanya adalah pengenalan rasa dan cahaya hati yang ada didalam  manusia itu sendiri yang tentunya sama saja untuk semua manusia (universal).
Berikut contoh sekema paham Sufi atau paham tasawuf :
Kedudukan syariat dalam empat tingkatan spiritual.

Empat tingkatan kedalaman beragama.
Syari'at dalam perspektif faham tasawuf ada yang menggambarkannya dalam bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islamsyariat, tariqah atau tarekathakikat. Tingkatan keempatma'rifat, yang 'tak terlihat', sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari kempat tingkatan spiritual tersebut.
Sebuah tingkatan menjadi fondasi bagi tingkatan selanjutnya, maka mustahil mencapai tingkatan berikutnya dengan meninggalkan tingkatan sebelumnya. Sebagai contoh, jika seseorang telah mulai masuk ke tingkatan (kedalaman beragama)tarekat, hal ini tidak berarti bahwa ia bisa meninggalkan syari'at. Yang mulai memahami hakikat, maka ia tetap melaksanakan hukum-hukum maupun ketentuan syariat agama dan tarekat.
Gambar skema Kedudukan syariat dalam empat tingkatan spiritual.disunting dari  >>> https://id.wikipedia.org/wiki/Sufisme

Sekian Postingan kali ini.Mudah2 ada manfaatnya.
Sallam A.Gumilar

Selanjutnya
Pengamatan tentang hati Nurani:
Kekuatan Cinta
Emosi2
Mengenal kelebihan dan kekurangan kita.
Hal istimewa dalam tubuh manusia:
Lebih jauh tentang imajinasi:

Berjalan tanpa beban
Postingan Yang lalu

Tidak ada komentar: